banner 728x250

Owner 88 Group Bone Bagikan Paket Sembako dan Hadiahkan Iphone kepada Korban Black Market

PILARMEDIA.ID, BONE — Owner 88 Group Haji Bahtiar membagikan sembako untuk para warga, juru parkir, disabilitas. Sebanyak 88 paket sembako yang dibagikan melalui Sahabat 88 Foundation.

Pembagian paket sembako dilakukan di salah satu toko 88 Cell yang terletak di Jalan Makmur, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone pada Rabu (19/4/2023).

Owner 88 Group Haji Bahtiar mengatakan, niatnya bersama istri Haji Husmiati sejak lama ingin mendirikan yayasan yang bergerak di bidang sosial. Makanya dibentuklah Sahabat 88 Foundation yang didirikan pada ramadan tahun 2021.

“Ini dibentuk di kedai 191. Saya berterima kasih kepada pemilik kedai 191 (Bahtiar Parenrengi) yang menginisiasi terbentuknya Sahabat 88 Foundation. Karena memang di 88 cell ada dana yang disiapkan untuk kegiatan sosial. Alhamdulillah, ada bapak Bahtiar yang membantu kami menggerakkan ini,” katanya.

Ketua Hipmi Bone itu menuturkan, sejak menggeluti dunia bisnis itu punya target khusus. Bukan sekadar mencari keuntungan saja bagi diri sendiri.

“Karena pikiran kami mencari rejeki bukan untuk saya sendiri dan keluarga. Tetapi saya pikirkan jangka panjang. Bagaimana saya bisa berbuat untuk masyarakat dan ada yang bisa saya warisi untuk anak cucu. Semoga bernilai amal jariyah,” tambahnya.

Alumnus As Adiyah Sengkang itu mengungkapkan yang punya jiwa sosial justru istrinya. Bahkan punya cita-cita untuk mendirikan sebuah klinik atau rumah sakit.

“Sebenarnya bu aji (Hj Husmiati) yang tinggi jiwa sosialnya. Malahan ada keinginannya kalau ada rezeki mau buat rumah sakit dan klinik. Saya bilang kita mulai dulu dari yang kecil-kecil saja, insyaallah nanti tuhan akan mengabulkan doa mu. Amiin,” ucapnya.

Setelah selesai pembagian sembako, salah seorang yang menjadi korban belanja ponsel black market yang sempat viral di Bumi Arung Palakka diundang hadir yakni DP alias WY. Kedatangannya tidak mengetahui soal akan diberikan sebuah hadiah ponsel iphone 11.

DP mengaku menjadi korban black market salah satu tokoh di Kabupaten Bone. Dia membeli ponsel iphone namun tidak memiliki jaringan, untuk mendapatkan jaringan harus tambah lagi biaya Rp 2 juta.

“Yang saya pakai beli hp saja uang yang saya tabung berbulan-bulan. Uangku sudah habis beli hp, disuruh lagi bayar untuk jaringannya,” keluh DP.

Tak berselang lama, Haji Bahtiar langsung memberikannya hadiah ponsel iphone. DP tak kuasa menahan air matanya. Tak bisa lagi berkata-kata. Dia hanya mencium tangan sang owner dan berterima kasih.

“Terima kasih banyak Pak Aji atas pemberiannya. Insyaallah tuhan yang balas kebaikanta,” imbuhnya. (bf/ap)