PILARMEDIA.ID, BONE — Di balik kepemimpinan seorang pemimpin daerah, selalu ada sosok-sosok yang menjadi sumber kekuatan, doa, dan inspirasi. Begitu pula dengan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dalam perjalanan hidup dan kariernya tak lepas dari peran tiga perempuan hebat yang senantiasa hadir memberikan dukungan.
Perempuan pertama adalah sang Almarhum ibu. Dari tangan seorang ibu, Andi Asman Sulaiman belajar tentang nilai-nilai kehidupan, kerja keras, kejujuran, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan. Didikannya selama ini menjadi bekal berharga yang mengantarkannya hingga berada di posisi saat ini.
Sosok kedua adalah istri tercinta yang setia mendampingi dalam setiap langkah pengabdian. Di tengah padatnya aktivitas sebagai kepala daerah, dukungan istri menjadi penyejuk sekaligus penyemangat. Kesetiaan, pengertian, dan ketegaran dalam mendampingi berbagai dinamika kehidupan politik dan pemerintahan menjadi bagian penting dari perjalanannya sebagai seorang pemimpin.
“Yang paling hebat yang selalu memberikan saya semangat entah itu suka atau duka ada istri saya, perempuan tercantik di Indonesia. Dia ini mendampingi dari sejak tidak ada, dari nol, akhirnya kami bisa bersama membangun keluarga dan Bone,” kata Andi Asman, Rabu (3/6/2026).
Selain itu ada dua sosok perempuan yang tak bisa dia tatap lama. Mereka merupakan saudara kembar yang rela meninggalkan masa depannya, demi menjaga saudaranya.
“Di sebelahnya lagi ada saudara perempuan saya. Saudara saya yang si kembar Andi Rosmiati, dan Andi Rosmini ini tidak bisa saya lihat lama, kapan lama saya tatap pasti menangis. Mereka yang menjaga saya sejak lahir, dia pengganti ibuku,” sebutnya.
“Sipappeddi-peddika (sama-sama menderita), tidak ada apa-apa. Dia tidak sekolah gara-gara saya, tidak kuliah gara-gara saya, karena dia ikhlas untuk mendorong seluruh saudara laki-lakinya sekolah,” sambung Andi Asman.
Hal itu disampaikannya saat keduanya datang merayakan ulang tahun Andi Asman yang ke-48. Kedua perempuan kembar itu merupakan pejuang sejati keluarga.
“Ikhlas tinggal di rumah demi saudara laki-lakinya. Beliau ini pejuang sejati dalam keluarga saya sampai detik ini. Orang yang membantu Bapak Menteri sekolah, Andi Sumardi sekolah, Andi Sukri sekolah, Andi Arif, saya (Andi Asman), Andi Sudirman, beliau menemani ibuku mengurus rumah tangga,” akunya.
Di balik keberhasilan kami sebagai saudara laki-lakimya, ada sosok perempuan hebat kedua, ketiga setelah ibuku. Maka saya wajib untuk memberikan yang terbaik kepada saudari perempuan saya,” sambungnya.
Dia berharap kepada semua orang ketika bertemu dengan saudara kembarnya agar menyapanya.
“Jadi kalau besok lusa saudaraku semua entah di pemerintahan atau di swasta kalau kita temani dia paling tidak berikan senyuman ke saudara saya, itu sama artinya anda memberikan saya emas,” pungkasnya.








