PILARMEDIA.ID, BONE – Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., yang juga menjabat Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bone, menghadiri Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Al-Muhajirin, Terminal Petta PonggawaE, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Selasa (1/9/2026).
Peringatan Maulid Nabi tersebut mengusung tema “Cinta Rasulullah, Hidupkan Teladan, Tebarkan Rahmat.” Kegiatan diisi dengan hikmah Maulid yang disampaikan Prof. Dr. H. Lukman Arake, Lc., M.A., Rektor IAIN Bone sekaligus Wakil Pengasuh Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone.
Ketua Panitia, Dr. H. Rustan, S.H., M.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa tema Maulid tersebut mengingatkan umat Islam agar tidak hanya mengejar ilmu, tetapi juga menjadikan akhlak sebagai landasan dalam kehidupan.
“Kadang kita lebih mendahulukan ilmu daripada akhlak. Padahal Rasulullah SAW mengajarkan bahwa akhlak merupakan dasar yang sangat penting dalam kehidupan. Karena itu, mari kita terus meneladani akhlak Rasulullah,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat Bone untuk menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal Bugis yang sejalan dengan ajaran Rasulullah, seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge, sekaligus mendoakan agar Pemerintah Kabupaten Bone senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah pembangunan.
Sementara itu, Ketua DMI Kabupaten Bone, Andi Akmal Pasluddin, mengajak masyarakat menjadikan momentum Maulid sebagai sarana memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meningkatkan kedekatan dengan masjid.
Menurutnya, tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk menghadiri kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid. Karena itu, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk semakin memahami dan meneladani Rasulullah SAW dalam berbagai aspek kehidupan.
“Tidak semua orang bisa menghadiri acara seperti ini. Karena itu, mari kita manfaatkan momentum Maulid untuk meneladani Rasulullah, baik sebagai pribadi, sebagai kepala keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan,” kata Andi Akmal.
Sebagai Ketua DMI, ia juga menekankan pentingnya membangun kerinduan masyarakat terhadap masjid. Menurutnya, masjid tidak semestinya hanya menjadi tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pembinaan umat dan pembangunan peradaban.
“Masjid jangan hanya kita datangi ketika ingin melaksanakan ibadah. Kita harus memiliki kecintaan dan kerinduan kepada masjid. Rasulullah SAW ketika hijrah ke Madinah juga mencontohkan bahwa salah satu yang pertama dibangun adalah masjid. Dari masjid itulah pembangunan peradaban Islam dimulai,” jelasnya.
Ia berharap masjid di Kabupaten Bone dapat semakin aktif menjadi pusat kegiatan keumatan, termasuk dalam pembinaan generasi muda, pendidikan, sosial hingga pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Akmal juga menyampaikan sejumlah program dan tantangan pembangunan daerah. Ia menyebut pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
Menurutnya, pemerintah menaruh perhatian terhadap peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak Bone serta upaya menekan angka stunting dan persoalan gizi buruk agar generasi mendatang dapat tumbuh sehat dan berkualitas.
“Harapan kita, semakin banyak anak-anak Bone yang mendapatkan kesempatan pendidikan yang baik. Kita juga ingin menurunkan angka stunting agar tidak ada generasi kita yang gagal berkembang hanya karena persoalan kesehatan dan kekurangan gizi,” tuturnya.
Di sektor ekonomi, ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone berada pada angka 7,8 persen. Meski menghadapi tantangan musim kemarau panjang, kondisi sektor pertanian masih menunjukkan perkembangan positif.
Ia juga menyinggung pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi dan LPG 3 kilogram yang terus diperkuat pemerintah bersama pihak terkait. Menurutnya, penyalahgunaan barang bersubsidi, seperti penimbunan, pelangsiran maupun penjualan kepada pihak yang tidak berhak, bukan hanya melanggar hukum tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai agama.
“Kalau ada yang mengambil hak orang lain dengan menimbun, melangsir atau menjual BBM dan LPG bersubsidi kepada industri, itu bukan akhlak yang baik. Dari sisi hukum jelas melanggar, dan dari sisi agama juga merupakan perbuatan zalim karena mengambil hak masyarakat yang seharusnya menerima,” tegasnya.
Andi Akmal mengatakan pengawasan yang dilakukan dalam beberapa waktu terakhir mulai menunjukkan hasil dengan berkurangnya antrean BBM dan LPG di sejumlah titik. Pemerintah, kata dia, akan terus memperkuat pengawasan agar distribusi subsidi benar-benar tepat sasaran.
Menutup sambutannya, Ketua DMI Bone tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga sinergi dan menghindari perpecahan dalam membangun daerah.
“Mari kita bersama-sama membangun Bone dengan suasana yang adem dan penuh sinergi. Tidak boleh ada perpecahan. Kita ingin Kabupaten Bone menjadi daerah yang mandiri, berkeadilan dan berkelanjutan serta senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” pungkasnya. (z/a)






