PILARMEDIA.ID, BONE – Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., kembali menegaskan pentingnya kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Pesan itu disampaikan saat memimpin apel pagi rutin lingkup Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bone, Senin (14/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bone juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lingkungan Kantor Bupati Bone.
Ia mengecek kehadiran pegawai, kondisi ruangan, hingga kedisiplinan dan kebersihan lingkungan kerja.
Andi Asman menegaskan, kedisiplinan tidak hanya diukur dari kehadiran saat apel, tetapi juga dari kepatuhan terhadap aturan, kualitas pekerjaan, serta kepedulian terhadap lingkungan kantor.
Ia mengingatkan ASN yang tidak hadir dalam apel agar diberikan sanksi sesuai ketentuan. Termasuk pegawai yang datang terlambat mengikuti apel pada hari tersebut, yang akan mendapatkan Surat Peringatan (SP) pertama.
“Kedisiplinan dan kinerja itu yang paling penting. Tidak perlu penampilan yang mewah, yang penting disiplin, hadir tepat waktu, bekerja dengan baik, dan memberikan pelayanan terbaik. Kita mulai dari diri kita sendiri, terutama ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone,” tegas Andi Asman.
Selain kedisiplinan pegawai, Bupati juga menyoroti kebersihan ruang kerja dan lingkungan kantor. Ia meminta setiap ruangan ditata dengan baik serta bebas dari sampah.
Menurutnya, persoalan kebersihan harus menjadi budaya baru di lingkungan pemerintahan. ASN tidak boleh lagi membuang sampah sembarangan, termasuk sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari di kantor.
“Kita sudah mulai dengan ASN yang bersih dari narkoba. Sekarang kita lanjutkan dengan disiplin dalam menjaga kebersihan. Sampah jangan dibuang sembarangan. Pilah sampah organik dan nonorganik. Kalau lingkungan kantor kita sendiri tidak mampu kita jaga, bagaimana kita mau mengajak masyarakat menjaga kebersihan?” ujarnya.
Andi Asman bahkan mengingatkan adanya sanksi bagi pegawai yang kedapatan tidak menjaga kebersihan lingkungan sesuai aturan yang berlaku, termasuk sanksi administratif dan denda sebagaimana ketentuan Peraturan Bupati.
Ia menilai, penegakan disiplin dan kebersihan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun citra Bone sebagai daerah yang tertib, bersih, dan layak menjadi contoh bagi daerah lain.
Apalagi, Kabupaten Bone tengah didorong untuk ikut dalam gerakan dan lomba kebersihan tingkat nasional.
“Kita ingin Bone menjadi percontohan. Bukan hanya kotanya yang bersih, tetapi pegawainya juga harus menjadi contoh. Kalau ASN sudah disiplin, lingkungan bersih, sampah dipilah, dan masyarakat ikut bergerak, saya yakin Bone bisa tampil sebagai salah satu daerah yang diperhitungkan di tingkat nasional,” kata Andi Asman.
Dalam apel tersebut, Bupati Bone juga mengajak ASN yang memiliki sepeda maupun sepeda listrik untuk menggunakannya sebagai alternatif transportasi menuju kantor.
Imbauan tersebut disampaikan menyikapi kondisi antrean bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan cukup panjang.
Ia juga meminta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tidak selalu menggunakan kendaraan roda empat untuk aktivitas di sekitar kantor. Kendaraan dinas sebaiknya digunakan secara efektif, sementara staf yang membutuhkan kendaraan untuk perjalanan dinas dapat memanfaatkannya sesuai kebutuhan.
“Kalau jaraknya dekat dan memungkinkan, mari kita gunakan sepeda atau sepeda listrik. Selain sehat, ini juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Kepala OPD kalau ada kegiatan yang bisa ditempuh dengan motor, silakan naik motor. Mobil bisa digunakan untuk staf yang memang membutuhkan untuk perjalanan dinas,” tuturnya.
Menariknya, dalam apel tersebut Andi Asman juga membagikan sepeda kepada sejumlah ASN dan PPPK yang berhasil menjawab pertanyaan yang diberikan serta pegawai yang dinilai paling rajin dan disiplin.
Pemberian tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar budaya kerja positif terus tumbuh di lingkungan Pemkab Bone.
Tak hanya memberikan penghargaan, Bupati juga menegaskan bahwa ASN yang menunjukkan kedisiplinan, loyalitas, dan kinerja baik memiliki peluang untuk mendapatkan kepercayaan lebih besar dalam karier pemerintahan.
Ia menyebut kinerja menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memberikan promosi jabatan.
Di sisi lain, Andi Asman mengungkapkan rencana pembangunan jembatan penghubung dari kompleks Kantor Bupati Bone menuju Masjid Al-Markaz. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memudahkan pegawai, khususnya dalam menjalankan ibadah.
Untuk ASN perempuan, ia menyebut pelaksanaan salat dapat dilakukan di ruangan yang telah disiapkan. Sementara bagi ASN laki-laki, ia mendorong agar dapat memanfaatkan masjid untuk melaksanakan salat berjamaah.
Rangkaian apel pagi dan sidak tersebut menjadi bagian dari upaya Bupati Bone membangun budaya kerja yang menempatkan disiplin, kebersihan, kinerja, dan keteladanan ASN sebagai fondasi pelayanan pemerintahan yang diakhiri dengan foto bersama. (z/a)






