Sekolah Rakyat terintegritas I Bone Resmi Dimulai, Bupati Bone Ajak Anak-anak Berani Bermimpi Jadi Menteri dan Pemimpin Bangsa

PILARMEDIA.ID, BONE – Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., didampingi Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Bone Tahun Ajaran 2026/2027.

Kegiatan yang mengusung tema “Cerdas Bersama, Tumbuh Setara” tersebut berlangsung di Aula Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Bone, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Jumat (31/7/2026).

Pembukaan MPLS ini menjadi langkah awal bagi para peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, serta beradaptasi dengan budaya belajar di Sekolah Rakyat.

Ketua Tim Transisi Sekolah Rakyat Kabupaten Bone, Drs. H. A. Muh. Yamin AT., M.Si., yang juga menjabat sebagai Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bone, dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh persiapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Bone sehingga proses pembelajaran dapat berjalan sesuai target.

“MPLS bukan hanya kegiatan seremonial pembukaan tahun ajaran baru. Ini adalah pintu pertama bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan belajar yang baru, membangun rasa percaya diri, menanamkan disiplin, serta menumbuhkan semangat bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membentuk karakter positif para peserta didik sejak hari pertama,” ujar Muh. Yamin.

Sementara itu, PIC Kementerian Sosial RI, Hasatamahikma, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bone yang dinilai memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu program strategis nasional.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak dapat diwujudkan tanpa sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Kami melihat komitmen Pemerintah Kabupaten Bone sangat luar biasa, mulai dari kesiapan sarana, dukungan lintas OPD hingga keterlibatan seluruh unsur daerah. Ini menjadi modal penting agar anak-anak mendapatkan layanan pendidikan terbaik,” kata Hasatamahikma.

Ia menjelaskan, masa pengenalan lingkungan sekolah merupakan fase penting bagi para peserta didik untuk mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan, aturan, budaya belajar, dan kehidupan baru di sekolah.

“MPLS adalah masa adaptasi. Anak-anak akan bertemu teman baru, guru baru, kebiasaan baru, bahkan keluarga baru di lingkungan sekolah. Karena itu, kami berharap seluruh proses pendampingan dilakukan dengan penuh kasih sayang sehingga mereka merasa aman, nyaman, dan semakin percaya diri untuk belajar. Terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Bone yang telah memberikan dukungan penuh sehingga program ini dapat berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Bupati Bone menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen menghadirkan pendidikan yang merata sebagai bagian dari upaya menciptakan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.

Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah nyata untuk membuka akses pendidikan bagi seluruh anak tanpa memandang latar belakang ekonomi.

“Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen mewujudkan kesetaraan bagi seluruh masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan. Kami ingin setiap anak Bone memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya. Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi. Sekolah Rakyat ini hadir sebagai bukti bahwa negara benar-benar hadir untuk memberikan harapan dan masa depan yang lebih baik bagi generasi kita,” ujar Andi Asman Sulaiman.

Bupati juga mengungkapkan harapannya agar generasi muda Bone mampu menjadi pemimpin di masa depan yang dapat membawa nama daerah di tingkat nasional.

“Cita-cita kami sederhana tetapi besar. Dari sekolah-sekolah di Bone, termasuk Sekolah Rakyat ini, kami ingin lahir calon-calon menteri, gubernur, bupati, akademisi, pengusaha, hingga tokoh-tokoh bangsa yang membanggakan daerahnya. Jangan pernah merasa rendah diri karena berasal dari keluarga sederhana. Yang menentukan masa depan bukan dari mana kita berasal, tetapi sejauh mana kita mau belajar, bekerja keras, dan menjaga integritas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Andi Asman Sulaiman menekankan pentingnya membangun kualitas sumber daya manusia agar kemajuan daerah tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian, tetapi juga prestasi generasi muda.

“Bone dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional dan tentu itu harus kita pertahankan. Tetapi jangan sampai di sisi lain kita lengah sehingga daerah ini justru dikenal sebagai lumbung narkoba. Kami tidak ingin itu terjadi. Yang kami inginkan adalah Bone menjadi lumbung prestasi, lumbung generasi cerdas, berkarakter, berakhlak, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Itulah investasi terbesar yang sedang kita bangun melalui dunia pendidikan,” tandasnya.

Ia menambahkan, Program Sekolah Rakyat sejalan dengan visi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Bone melalui program BerAmal, khususnya dalam mewujudkan Bone yang berkeadilan, inklusif, dan setara dalam memperoleh akses pendidikan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut PIC Kementerian Sosial RI, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bone, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone, para Staf Ahli Bupati, Asisten Setda Bone, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, pimpinan instansi vertikal, para camat dan lurah, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi I beserta para guru, para manajer, siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi I, jajaran Program Keluarga Harapan (PKH), serta para tamu undangan lainnya. (z/a)