PILARMEDIA.ID, SOPPENG — Nama Andi Kaswadi Razak masih menjadi bagian dari ingatan masyarakat Kabupaten Soppeng. Sepuluh tahun kepemimpinannya meninggalkan catatan perjalanan pembangunan, dinamika pemerintahan, serta berbagai pengalaman yang kini menjadi bahan refleksi bagi masyarakat.
Kerinduan terhadap sosok yang akrab disapa Akar itu menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan Kabupaten Soppeng selama satu dekade kepemimpinannya. Bagi sebagian warga, masa tersebut bukan sekadar rentang waktu dalam pemerintahan, melainkan bagian dari perjalanan daerah yang menyimpan cerita, perubahan, dan kenangan tersendiri.
Salah seorang warga Desa Watu, Arinal mengaku beberapa kali bertemu dengan Akar saat berkunjung ke desa-desa. Dia menyebut Akar selalu menyapa warga yang dia temui, menemani berswafoto saat diminta untuk berfoto.
“Bagi saya Pung Aji itu orang yang sangat baik dan sopan terhadap sesama. Dia tidak pernah membeda-bedakan orang yang ditemuinya, bahkan menemani warga berselfi saat diminta,” sebutnya Senin (13/10/2026).
Dia menyampaikan, setiap pemimpin punya gaya masing-masing. Tetapi, baginya, masa kepemimpinan Akar meninggalkan kenangan tersendiri yang tak bisa dilupakan oleh warga Soppeng.
“Ada kebijakan dan pendekatan beliau yang masih kami ingat sampai sekarang, dan tidak dimiliki oleh siapa pun. Makanya, sampai hari ini Pung Aji masih dibicarakan masyarakat, itu menjadi alasan untuk melihat kembali apa yang pernah dikerjakan utamanya dalam infrastruktur,” bebernya.
Hal senada juga dilontarkan oleh Hasanuddin, Mahasiswa UMI asal Liliriaja. Menurutnya, kepemimpinan tidak semata-mata dinilai dari siapa yang menduduki kursi kekuasaan, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan pemerintah mampu menjawab kebutuhan masyarakat, membuka ruang bagi generasi muda, serta menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagi kami, dia seorang pemimpin yang tidak haus validasi. Dimana-mana ada, bahkan di medan bencana, kami menyaksikan sendiri beliau turun langsung di lapangan dan paling terdepan, semoga dia (Akar) tetap sehat sekeluarga,” katanya.
Dalam dinamika kepemimpinan daerah, pergantian pemimpin merupakan hal yang wajar. Namun, jejak seorang pemimpin kerap tetap hidup dalam ingatan masyarakat, terutama melalui kebijakan, program pembangunan, dan interaksi yang terbangun selama menjalankan amanah.
Refleksi satu dekade kepemimpinan Andi Kaswadi Razak pun menjadi momentum untuk menilai kembali berbagai capaian, tantangan, serta hal-hal yang masih perlu dilanjutkan demi kemajuan Soppeng.
Kerinduan terhadap pemimpin terdahulu juga dapat dimaknai sebagai pengingat bahwa kepemimpinan tidak hanya diukur dari lamanya seseorang menjabat, tetapi juga dari bagaimana kebijakan dan pengabdiannya dirasakan oleh masyarakat.
Meski demikian, refleksi tersebut tetap perlu ditempatkan secara proporsional dengan melihat fakta, capaian pembangunan, serta kondisi masyarakat dari waktu ke waktu.
Pada akhirnya, satu dekade kepemimpinan bukan hanya tentang siapa yang pernah berada di puncak pemerintahan, melainkan tentang warisan kebijakan, kesinambungan pembangunan, dan harapan masyarakat terhadap masa depan Kabupaten Soppeng.
Sepuluh tahun telah menjadi bagian dari sejarah. Kini, jejaknya menjadi bahan refleksi, sementara harapan masyarakat terus berjalan bersama masa depan Soppeng.
Andi Kaswadi Razak atau Akar memimpin Kabupaten Soppeng selama dua periode, yakni 2016–2021 dan 2021–2024:
1. Mendorong pembangunan sektor pertanian: Pertanian menjadi salah satu fokus utama pemerintahannya. Pada 2016, produksi beras Soppeng tercatat sebesar 177.532 ton, naik dari 130.182 ton pada 2015. Pemkab juga mendorong penyerapan gabah petani dan penguatan ketahanan pangan.
2. Mengembangkan pariwisata: Kawasan Wisata Alam Lejja mendapat revitalisasi dalam dua tahap pada 2022–2023. Pembenahan mencakup fasilitas kolam, area pengunjung, toilet umum, restoran, gerbang, dan vila.
3. Mendorong pendidikan tinggi: Pemerintahannya mendukung pengembangan pendidikan vokasi Universitas Hasanuddin di Soppeng, termasuk penguatan pendidikan tinggi yang berkaitan dengan kebutuhan daerah dan pengembangan sumber daya manusia.
4. Memperhatikan layanan kesehatan: Penguatan layanan kesehatan menjadi salah satu agenda pembangunan, termasuk rencana pengembangan sarana dan prasarana RSU Cabbenge serta upaya menurunkan stunting dan kemiskinan ekstrem. Perlu dibedakan antara agenda yang direncanakan dan yang telah selesai direalisasikan.
5. Membangkitkan industri sutra: Pengembangan sentra industri sutra masuk dalam prioritas strategis pemerintahannya untuk menghidupkan kembali potensi sutra Soppeng dan memperkuat ekonomi masyarakat.
6. Mendorong peningkatan pelayanan publik: Pada periode pemerintahannya, Mall Pelayanan Publik difungsikan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan administrasi. Pelayanan administrasi kependudukan dan pemadam kebakaran di delapan kecamatan juga menjadi bagian dari upaya peningkatan pelayanan dasar.
7. Pembangunan infrastruktur dasar: Laporan kinerja 2023 mencatat sekitar 511,02 km jalan kabupaten berada dalam kondisi baik, atau 52,8% dari total panjang jalan 967,85 km. Kondisi irigasi kabupaten yang baik tercatat 81%, sedangkan akses penduduk terhadap air minum mencapai 98,95%. Angka tersebut menggambarkan kondisi pada 2023, bukan keseluruhan hasil selama dua periode.
Data menunjukkan kemajuan pada beberapa indikator pembangunan selama rentang 2016–2024.






