PILARMEDIA.ID, SOPPENG – Ada momen menarik dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kampung halaman Wakil Bupati Soppeng, Selle Ks Dalle.
Perayaan maulid berlangsung di Dusun Amessangeng, Desa Goarie, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 20.00 Wita. Kegiatan itu dihadiri deretan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Soppeng.
Selle menceritakan dihadapan ribuan orang dia mengajak istrinya dr. Rahmawati, M.Kes., S.Mb untuk pulang kampung. Sebab selama ini terlalu fokus dengan kampung orang.
“Saya mengajak istri saya untuk pulang kampung sesibuk apapun kami harus ke sini (Amessangeng) karena ada acara maulid,” katanya dalam sambutannya.
Di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati Soppeng, Selle mengakui bahwa aktivitas dan tanggung jawabnya membuat dirinya harus membagi waktu untuk berbagai urusan. Namun, kesibukan tersebut bukan berarti dirinya melupakan tanah kelahiran dan masyarakat yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Di hadapan masyarakat yang hadir, Selle menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini belum memiliki cukup waktu untuk lebih sering berada di kampung halaman.
“Mohon maaf kalau selama ini saya masih sibuk mengurus kampung orang. Tetapi percayalah, kampung halaman tidak pernah saya lupakan,” sebutnya.
Bagi Selle, kampung halaman bukan sekadar tempat seseorang dilahirkan, melainkan bagian dari identitas, kenangan, dan ikatan emosional yang tidak mudah terputus oleh jarak maupun jabatan. Kesibukan menjalankan amanah pemerintahan memang menuntut waktu dan perhatian.
“Hubungan dengan masyarakat kampung halaman tetap memiliki tempat tersendiri. Saya ingin fokus dulu membangun kampung orang, kampung halaman saya biar paling terakhir,” bebernya.
Momen Maulid Nabi Muhammad SAW di Amessangeng pun menjadi ruang untuk kembali mempererat silaturahmi. Bukan hanya sebagai pejabat daerah, Selle hadir di tengah masyarakat dengan pesan sederhana tentang kerinduan, kedekatan, dan pentingnya menjaga hubungan dengan tanah kelahiran.
Dia juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, dan membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
“Maulid bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi momentum untuk memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Mari kita saling memaafkan dan menjaga persaudaraan,” jelasnya.






