banner 728x250

Wabup Bone Konsultasi ke Kemenag RI, Bahas Sinergi Pendidikan Diniyah dan Pesantren

PILARMEDIA.ID, JAKARTA – Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., M.M., melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Agama Republik Indonesia di Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/9/2025).

Kunjungan tersebut dalam rangka konsultasi terkait Program Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren. Wabup Bone didampingi Asisten I Setda Bone, para Staf Ahli Bupati Bone, serta Plt. Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bone. Rombongan diterima langsung oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag.

Dalam pertemuan itu, Wabup Bone menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bone dan Kementerian Agama dalam penguatan pendidikan karakter, khususnya pendidikan agama bagi generasi muda.

“Tadi kami bertemu dengan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Bapak Dr. Basnang Said. Inti pembahasan adalah bagaimana membangun sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama untuk pendidikan karakter, terutama terkait pendidikan agama bagi anak-anak kita,” ungkap Wabup Bone.

Ia juga mengatakan banyaknya pesantren di Kabupaten Bone yang memerlukan perhatian lebih dari pemerintah pusat. “Kami berharap Kementerian Agama dapat memberikan dukungan berupa bantuan, anggaran, maupun pendampingan bagi pesantren kita,” tambahnya.

Selain itu, Wabup Bone menyampaikan perlunya inisiatif pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pendidikan Pesantren. “Undang-undangnya sudah ada, sehingga ini bisa menjadi pintu masuk bagi pemerintah daerah untuk lebih serius memperhatikan pesantren,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya sebatas fisik, tetapi juga non-fisik yang menyentuh aspek jiwa. “Ini merupakan penguatan karakter dan pengembangan sumber daya manusia yang berilmu, berintegritas, dan berbudi luhur,” tegasnya.

Wabup Bone berharap, dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah dan pusat, pesantren di Bone tidak berjalan sendiri. “Pesantren harus merasa didampingi dan diperhatikan. Dengan begitu, penguatan budi pekerti dan pendidikan umum bisa berjalan beriringan,” tutupnya. (z/a)*