banner 728x250

Ukir Sejarah, Siswa SMP Athirah Bone Sabet Emas di OPSI Nasional

PILARMEDIA.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan di Kabupaten Bone. Tim peneliti cilik dari SMP Islam Athirah Bone berhasil mengukir sejarah baru dengan meraih medali emas pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025 tingkat nasional.

​Dua siswa terbaik yang baru duduk di bangku kelas VIII, Aisyah Inara dan Sri Mutia Lestari, sukses membawa nama sekolah naik podium nasional dalam kompetisi riset bergengsi tersebut.

​Karya inovatif mereka yang berjudul WANA-CUS (Wanua Cultural Sustainability): Revitalisasi Wanua Museum Berbasis Augmented Reality (AR) sebagai Upaya Mendukung Cultural Sustainability Remaja di Kabupaten Bone menjadi penelitian pertama dari SMP Islam Athirah Bone yang menembus level nasional dan langsung berbuah emas.

​Acara final dan penganugerahan OPSI 2025 digelar secara meriah di Universitas Surabaya (Ubaya) pada 10 hingga 16 November 2025. Dalam dokumentasi usai pengumuman, Aisyah dan Sri Mutia terlihat bangga memamerkan sertifikat penghargaan, medali, serta hadiah pembinaan yang mereka raih.

​Kepala SMP Islam Athirah Bone, Nuraeni, S.Pd.,Gr., mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia menyebut bahwa antusiasme siswa terhadap bidang penelitian telah meningkat pesat dalam dua tahun terakhir.

​“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bahwa banyak siswa mulai menaruh minat di bidang penelitian. Apalagi dua tahun terakhir antusias siswa di lomba-lomba penelitian sangat tinggi,” ungkap Nuraeni.

​Nuraeni juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, terutama kepada pembina ekskul Kelompok Ilmiah Remaja Athirah (KIRA), Wahidah Febriyah Ramadhani, S.Si.,M.Si.

​“Terima kasih untuk pembina kami, Bu Wahidah Febriyah Ramadhani, yang selalu setia dan sabar mendampingi anak-anak di setiap lomba,” lanjut sosok kelahiran Butta Panrita Lopi tersebut. Ia menegaskan, prestasi ini adalah buah dari dukungan penuh orang tua, guru pembimbing, fasilitas, serta lingkungan belajar yang konsisten mendorong lahirnya inovasi. (z/a/rill)*