PILARMEDIA.ID, BONE — Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyempatkan diri berkunjung ke Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) selama 1 jam 11 menit. Dia berbagi ke seluruh masyarakat Bone dalam rangka menyambut Hari Jadi Bone ke-696.
Kedatangan Andi Amran disambut hangat oleh ribuan masyarakat Bone yang telah mengikuti jalan anti mager. Dia menyapa masyarakat dan menemaninya berswafoto.
Kemudian menuju tribun Lapangan Merdeka menyapa para pejabat. Baru 1 menit duduk langsung ke panggung berjoget bersama masyarakat dan memberikan hadiah.
Hadiah hiburan diberikan begitu saja. Kemudian mencari penjual motor untuk disiapkan motor listrik 10 unit, dan sepeda listrik 20 unit.
Tak berselang lama, ada balita yang sedang mencari ibunya. Balita tersebut naik ke atas panggung dan langsung digendong oleh Mentan Amran dan diberikan uang saku sebanyak Rp 1 juta.
Setelah itu, ibunya datang menjemput anaknya. Kemudian ibunya ditanya soal pekerjaan, penghasilan sehari berapa.
Mata ibu balita itu berkaca-kaca, tak kuasa menahan air matanya karena telah menemukan anaknya. Kemudian menjawab seluruh pertanyaan.
Mentan Amran yang mendengar sebagai pedagang kaki lima di Lapangan Merdeka langsung membeli seluruh dagangannya sebanyak Rp 10 juta. Dia minta dagangannya dibagikan gratis ke masyarakat Bone.
Tak sampai disitu saja, Mentan Amran mendapatkan anak yatim dan memanggilnya naik ke panggung. Dia langsung memberikan beasiswa sampai perguruan tinggi.
“Anak yatim itu anak kita semua. Kita yang hidup ini harus berbagi ke anak yatim,” kata Mentan Amran.
Selain itu, perempuan paruh baya yang menjual kerupuk dipanggilnya juga naik ke atas panggung. Awalnya Mentan Amran menguji dengan menawar kerupuknya Rp 5.000 per kantong, ibu tersebut tanpa pikir lama-lama langsung diiyakan.
Mentan Amran kemudian menanyakan anak penjual kerupuk tersebut. Dia mengaku memiliki 7 anak, dan penghasilannya tidak menentu setiap hari, bahkan kadang tidak ada sama sekali kalau tidak ada kerupuknya yang laku.
Mendengar hal tersebut, langsung diberikan modal usaha Rp 20 juta. Dia meminta ibu itu untuk pulang istirahat.
“Saya beli semua kerupuk ta, dan tolong ini disimpan sebagai modal usaha kerupuk, kasih Rp 20 juta. Untuk hari ini pulang maki istirahat bu,” paparnya.
Kemudian seorang mahasiswi Akper Uniasman juga diberikan hadiah. Hanya bermodalkan menjawab kata-kata dari sales penjual motor listrik langsung dikasih tunai Rp 5 juta.






