banner 728x250

Jembatan Gantung Swadaya Beramal Esse’nge Resmi Diresmikan: Simbol Gotong Royong dan Harapan Baru Warga Pedalaman Bone

PILARMEDIA.ID BONE Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti Dusun Jempo, Desa Sengeng Palie, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, saat Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., secara resmi meresmikan Jembatan Gantung Swadaya Beramal Esse’nge sebuah infrastruktur vital yang dibangun atas dasar gotong royong dan kepedulian warga terhadap masa depan daerahnya Senin (7/7/2025).

Peresmian jembatan yang digagas dan dibangun secara swadaya ini turut dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, di antaranya Kepala BKPSDM Bone, Plt Kasat Satpol PP Kabupaten Bone, Camat Lappariaja, Danramil dan Kapolsek Lappariaja, serta kepala desa se-Kecamatan Lappariaja.

Selain itu, Para tokoh masyarakat dan ratusan warga memadati lokasi, menyambut momen yang telah lama dinanti.

Dalam sambutannya, Bupati Bone menyampaikan apresiasi mendalam terhadap semangat kolektif masyarakat yang menjadi motor penggerak pembangunan jembatan tersebut.

“Ini bukan sekadar jembatan, tapi simbol nyata dari kekuatan rakyat. Gotong royong adalah warisan luhur bangsa, dan hari ini kita melihat buktinya berdiri tegak di Esse’nge. Pemerintah daerah akan selalu hadir dan memperkuat inisiatif rakyat seperti ini,” ucap Bupati Andi Asman

Jembatan Gantung Swadaya Beramal Esse’nge menghubungkan sejumlah dusun yang selama ini mengalami keterbatasan akses, terutama saat musim hujan dan banjir. Sebelum jembatan ini berdiri, terutama anak sekolah dan petani sering kali terpaksa menyusuri jalur sungai berbahaya untuk beraktivitas sehari-hari.

Dengan kehadiran jembatan ini, roda kehidupan warga pedalaman kini bergerak lebih lancar. Anak-anak bisa bersekolah dengan aman, petani dapat mengangkut hasil kebun tanpa hambatan, dan pelayanan publik pun lebih menjangkau pelosok.

Setelah peresmian, Bupati Andi Asman meninjau langsung kondisi jembatan dan berdialog hangat dengan warga. Ia mendengarkan aspirasi, mencatat kebutuhan lanjutan, dan memastikan keberlanjutan program pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan riil masyarakat.

“Pembangunan yang pro rakyat harus dimulai dari mendengar suara rakyat. Infrastruktur seperti ini adalah denyut nadi kehidupan pedesaan. Semangat seperti inilah yang akan kita jadikan contoh untuk wilayah lain,” tegasnya.

Kisah di balik jembatan ini adalah potret kebangkitan warga desa: inisiatif lahir dari bawah, dikerjakan bersama-sama tanpa menunggu anggaran negara. Melalui penggalangan dana, sumbangan material, hingga tenaga kerja dari warga sekitar, pembangunan jembatan berjalan secara bertahap dengan penuh dedikasi.

Jembatan ini menjadi penegas bahwa masyarakat di wilayah terpencil bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek yang mampu merancang dan melaksanakan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi sendiri.

Pemerintah Kabupaten Bone menegaskan bahwa program seperti ini akan mendapat dukungan nyata, termasuk kemungkinan penguatan struktur, perluasan konektivitas, dan pengembangan potensi ekonomi di wilayah sekitarnya.

Jembatan Gantung Swadaya Beramal Esse’nge bukan hanya penghubung fisik, tapi juga penghubung semangat antara rakyat dan pemerintah. Di tengah keterbatasan, warga Dusun Jempo membuktikan bahwa kolaborasi, kepercayaan, dan tekad bersama bisa menggerakkan perubahan besar (z/a)*