banner 728x250

Buka Secara Resmi Konferensi PGRI Bone 2025–2030, Wabup Bone Ajak Guru Tingkatkan Kompetensi

PILARMEDIA.ID BONE – Konferensi Kabupaten Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bone Masa Bakti 2025–2030 resmi digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Sabtu (19/7/2025). Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan dan penguatan kompetensi guru.

Ketua PGRI Kabupaten Bone, Drs. H. Ambo Dalle, MM, menyampaikan bahwa konferensi kali ini memuat tiga agenda besar, yakni: laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2022–2025, penyusunan program kerja lima tahun ke depan, serta pemilihan pengurus baru.

“Saya sudah 10 tahun mengabdi, janji Tafa’dal saya sudah saya tanda tangani dan serahkan ke kepemimpinan berAmal untuk melanjutkan. PGRI tetap solid mendukung kepemimpinan berAmal,” kata Ambo Dalle.

Ia juga menyoroti terbatasnya kuota seleksi pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah (Cakep). Menurutnya, pemerintah daerah perlu menambah kuota melalui APBD agar lebih banyak guru berkompeten berkesempatan menjadi kepala sekolah.

“Kepala sekolah berprestasi harus dipromosikan, sedangkan yang menjelang pensiun biarkan pensiun tanpa pergantian. Saat ini anggota PGRI Bone baru sekitar 4.000 orang, padahal jumlah guru di Bone lebih dari 12.000 orang. PGRI adalah organisasi perjuangan sekaligus profesi untuk memperjuangkan kesejahteraan guru. Saya berharap lebih banyak guru bergabung,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone dalam sambutannya mengajak guru untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sebagai bentuk rasa syukur atas perhatian pemerintah.

“Pemerintah telah memberikan perhatian cukup besar bagi kesejahteraan guru. Sebagai imbalannya, syukurilah dengan cara menjalankan tugas sesuai tuntutan kurikulum. Kembangkan kompetensi, berikan keteladanan yang baik kepada siswa agar lahir generasi Bone yang berkarakter dan beradab,” ujar Andi Akmal.

Ia mengakui masih terdapat tantangan, seperti keterbatasan formasi guru CPNS yang tidak sebanding dengan jumlah guru yang pensiun atau meninggal setiap tahun. Termasuk persoalan guru yang kerap viral di media sosial.

“Oleh karena itu, PGRI bersama pemerintah harus memikirkan solusi agar guru dapat memaksimalkan perannya dalam mempersiapkan generasi Kabupaten Bone yang lebih baik,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bone juga menitipkan pesan kepada pengurus baru PGRI untuk menyusun program kerja yang realistis, memilih pengurus yang mampu bersinergi dengan pemerintah, serta menjaga kebersamaan dengan prinsip sipakatau dan sipakalebbi.

Ia berharap semua guru, baik di bawah naungan Dinas Pendidikan, Kemenag, maupun Cabang Dinas Pendidikan Wilayah, dapat bersatu dalam wadah PGRI tanpa sekat.

“Pemerintah Kabupaten Bone telah mengalokasikan anggaran pendidikan sesuai amanat minimal 20 persen dari total APBD. Kami juga menganggarkan kesejahteraan guru melalui tunjangan profesi, tunjangan khusus, dan tambahan penghasilan,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati Bone kembali mengingatkan para guru agar selalu menjadi teladan bagi masyarakat.

“Buktikan bahwa kita adalah pendidik yang patut ditiru dan digugu,” pungkasnya. (*)