PILARMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kabupaten Bone menegaskan komitmennya mendukung keberlangsungan konektivitas udara di Sulawesi Selatan melalui partisipasi aktif dalam rapat koordinasi evaluasi subsidi penerbangan Tahun Anggaran 2026 dan persiapan pelaksanaan subsidi penerbangan Tahun Anggaran 2027.
Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Bone, DR. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., M.M., Pj. Sekda Bone yang juga menjabat Kepala BKAD Hj. Andi Tenriawaru, SP., M.Si. Kepala Dinas Perhubungan Bone Andi Syamsul Mursyad, S.STP, M.Si., dan Kepala UPBU Kelas III Arung Palakka Bone dan pemangku kepentingan sektor transportasi udara dari Kabupaten Bone dan Kabupaten Selayar.
Pertemuan ini dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Ishak Iskandar didampingi Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Munawir, yang digelar di Ruang Rapat Toraja Room, Gedung A Lantai 1 Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kota Makassar Selasa (19/5/2026).
Kehadiran orang nomor dua di Bumi Arung Palakka itu menjadi bentuk keseriusan Pemkab Bone dalam menjaga aksesibilitas transportasi udara yang dinilai memiliki dampak besar terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menyampaikan bahwa Pemkab Bone telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendukung peningkatan jumlah penumpang dan kemudahan akses masyarakat menuju bandara.
“Langkah kami ke depan adalah menyiapkan dua kendaraan operasional, rencananya masing-masing di Bandara Arung Palakka Bone dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, agar mobilitas masyarakat maupun ASN yang melakukan perjalanan dinas menjadi lebih mudah dan terintegrasi,” ujar Andi Akmal.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas dukungan konektivitas penerbangan yang dinilai sangat membantu masyarakat Bone.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur beserta jajaran karena konektivitas penerbangan ini sangat memudahkan masyarakat untuk saling mengunjungi serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kami berharap, jika konektivitas ini terus berjalan baik, akan semakin banyak investor masuk ke Bone, apalagi dengan adanya penambahan runway di Bandara Arung Palakka,” lanjutnya.
Sementara itu, Komisaris PT Surya Mataram Nusantara selaku maskapai Fly Jaya, Ady Iktimal Shihab, mengaku bangga dapat ikut melayani penerbangan di Sulawesi meski perusahaan yang dipimpinnya masih tergolong baru.
“Kami merasa terhormat bisa terbang di Sulawesi. Tentu masih banyak kekurangan karena Fly Jaya baru mulai beroperasi pada Juli 2025. Namun kami terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan layanan penerbangan,” katanya.
Ady juga mengungkapkan hasil evaluasi internal maskapai menunjukkan bahwa performa penerbangan dari Bone cukup menjanjikan dibanding sejumlah rute lain.
“Kami salut dan takjub karena rute Bone–Morowali justru lebih baik dibanding Makassar–Morowali berdasarkan hasil evaluasi kami. Hanya saja, salah satu kendala di Bone adalah minimnya transportasi lanjutan dari bandara. Karena itu, kami mengusulkan adanya layanan kendaraan seperti Damri dengan rute Bone dan Wajo. Sebab Wajo juga memanfaatkan Bandara Bone. Kehadiran transportasi lanjutan ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk menggunakan pesawat,” jelasnya.
Ia menambahkan, secara umum hasil evaluasi menunjukkan Bone menjadi salah satu daerah dengan potensi terbaik dalam pengembangan konektivitas penerbangan di Sulawesi Selatan.
sementara itu, Direktur Niaga Fly Jaya Ary mercianto memaparkan bahwa menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, tingkat pemesanan tiket penerbangan menuju Kabupaten Bone mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan hasil evaluasi sementara, sejumlah rute strategis seperti Kendari–Bone, Balikpapan–Bone, dan Morowali–Bone mencatat tingkat keterisian penumpang atau booking tiket yang telah mendekati angka 97 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi udara menuju Bone, khususnya dalam momentum mudik dan mobilitas lintas daerah menjelang hari besar keagamaan. Tingginya okupansi penerbangan itu sekaligus menjadi indikator positif bahwa konektivitas udara di Bandara Arung Palakka Bone semakin diminati dan memiliki prospek yang menjanjikan untuk terus dikembangkan.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah poin strategis turut dibahas, di antaranya keterbatasan anggaran subsidi penerbangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026, solusi peningkatan keterisian penumpang, kesiapan sharing cost antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sesuai MoU yang telah ditandatangani, hingga persiapan pelaksanaan subsidi penerbangan Tahun Anggaran 2027. (z/a)








