banner 728x250

Soroti Anggaran Pendidikan yang Besar, Wabup Bone Minta Dampak Nyata ke Mutu SDM

PILARMEDIA.ID, BONE – Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menghadiri sekaligus membuka secara resmi Temu Wicara Stakeholder Pendidikan Kabupaten Bone Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Bone.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung PKK Kabupaten Bone, Jalan H.A. Mappanyukki, Senin (29/12/2025), dengan mengusung tema “Membangun Sinergitas Stakeholder untuk Pendidikan Bone yang Unggul, Berkarakter, dan Berkelanjutan.”

Temu wicara ini turut dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Bone, perwakilan Polres Bone, Ketua Dewan Pembina Pendidikan Bone beserta jajaran pengurus, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, K3S, AKS, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bone Periode 2025–2030, H. A. Amin Mangussara, M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam memajukan dunia pendidikan.

“Tujuan utama kita adalah bagaimana memajukan pendidikan agar dikelola secara demokratis serta terus bersinergi dengan pemerintah untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Bone,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin menyampaikan sejumlah catatan kritis sekaligus refleksi mendalam terkait besarnya alokasi anggaran pendidikan di Kabupaten Bone yang mencapai hampir seperempat dari total APBD.

“Pertanyaan besarnya adalah sejauh mana anggaran sebesar itu memberikan dampak nyata terhadap kualitas pendidikan kita di Kabupaten Bone. Ini menjadi ruang bagi kita semua untuk introspeksi dan memperbaiki sinergitas,” tegasnya.

Orang nomor dua di Kabupaten Bone tersebut juga menyoroti adanya pergeseran nilai dalam dunia pendidikan, termasuk kecenderungan komersialisasi. Ia membandingkan kondisi pendidikan saat ini dengan masa lalu yang dinilai mampu melahirkan generasi unggul meski dengan keterbatasan sarana.

“Kualitas memang dipengaruhi oleh dana, tetapi dana bukan segalanya. Dulu, dengan fasilitas terbatas, kita mampu menghasilkan generasi yang luar biasa. Saat ini, secara global, kualitas pendidikan kita masih tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, padahal sebelumnya mereka berguru di negara kita. Bahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bone berada pada posisi kedua terbawah. Kita tidak boleh malu, justru harus menerima realitas ini untuk kemudian memperbaikinya bersama,” ungkapnya.

Sebagai langkah konkret, Wakil Bupati Bone berencana mengundang Dewan Pendidikan dan seluruh pemangku kepentingan untuk berdiskusi lebih mendalam dalam suasana yang lebih informal guna merumuskan solusi bersama.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan kegiatan seremonial karena waktunya terbatas. Saya akan mengundang Bapak dan Ibu untuk berdialog secara lebih terbuka dan panjang. Masalah-masalah besar di Bone, alhamdulillah, dapat kita selesaikan secara bertahap jika kita mau duduk bersama,” pungkasnya. (z/a)*