banner 728x250

Dandim Bone Ungkap Aksi Ricuh Tolak PBB-P2 Ditunggangi Kelompok Anarko

PILARMEDIA.ID, BONE – Aksi unjuk rasa menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh hingga malam hari, Selasa (19/8/2025).

Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bone Bersatu sejak pagi menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Bone, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Watampone. Aksi sempat berlangsung tertib, namun memanas setelah massa membakar ban dan melempar botol air mineral ke arah aparat.

Situasi kian tegang ketika Bupati maupun Wakil Bupati Bone tidak kunjung menemui pendemo. Amarah massa semakin membesar hingga terjadi aksi lempar batu. Aparat kepolisian yang berjaga kemudian menembakkan water canon untuk membubarkan kerumunan. Jalan protokol di sekitar kantor bupati sempat lumpuh total akibat aksi tersebut.

Perwakilan massa, Rafli Fasyah, menegaskan bahwa kenaikan PBB-P2 dianggap memberatkan rakyat kecil.

“Kami datang untuk menolak kebijakan zalim ini. Jangan hanya demi pendapatan daerah, rakyat yang dikorbankan. Kami tidak akan berhenti sebelum pemerintah daerah mencabut kenaikan PBB-P2,” tegas Rafli dari atas mobil komando.

Situasi Memanas Hingga Malam

Ketegangan berlanjut hingga malam hari. Namun, menurut aparat keamanan, massa yang terlibat bentrok bukan lagi bagian dari Aliansi Rakyat Bone Bersatu.

Dandim 1407 Bone, Letkol Inf Laode Muhammad Idrus, mengungkapkan delapan personel TNI terluka akibat serangan.

“Mereka sudah bukan aliansi rakyat Bone bersatu. Buktinya, delapan anggota TNI terluka, empat di kepala dan sisanya di bahu,” jelas Idrus saat dikonfirmasi, Rabu (20/8/2025).

Idrus menyebut sebanyak 54 orang diamankan, sebagian besar bukan warga Bone.

“Ada yang dari Wajo, Enrekang, bahkan 16 orang tidak memiliki KTP. Sekitar 10 orang positif alkohol dan sabu. Jadi ini bukan lagi soal PBB-P2, tetapi memang ingin membuat Bone kacau,” tegasnya.

Kapolres Bone, AKBP Sugeng Setyo Budhi, juga membenarkan hal tersebut. Ia menambahkan tiga polisi terluka akibat lemparan batu.

“Penindakan terhadap 54 orang masih dalam proses profiling. Untuk yang masih di bawah umur, hanya akan didata lalu dikembalikan ke orang tuanya,” kata Sugeng.

Sugeng menegaskan, sejak awal kepolisian telah mengedepankan pendekatan humanis. Namun, situasi berubah ketika kelompok di luar aliansi melakukan aksi anarkis.

“Korlap sudah memastikan pendemo PBB-P2 bubar sejak salat magrib. Yang ricuh malam itu bukan lagi pendemo, tapi sudah ditunggangi kelompok anarko,” tandasnya.

Hingga larut malam, aparat gabungan TNI dan Polri masih berjaga di sekitar Kantor Bupati Bone untuk mengantisipasi kericuhan susulan (z/a)*