Jembatan Merah Putih Diresmikan Wakapolda bersama Wabup Bone, Program Presiden Prabowo Buka Akses Warga Dusun Bulu Botoe Desa Kading

PILARMEDIA.ID, BONE – Akses masyarakat di Dusun Bulu Botoe, Desa Kading, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, kini semakin mudah. Jembatan Merah Putih yang menjadi penghubung akses warga setempat resmi diresmikan Wakapolda Sulawesi Selatan Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum., didampingi Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., Kamis (13/8/2026).

Selain membuka akses yang lebih dekat, keberadaan jembatan diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, khususnya anak sekolah dan masyarakat yang selama ini harus menempuh jalur memutar melalui desa lain.

Kapolres Bone AKBP Astoto Budi Rahmantyo, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan Jembatan Merah Putih memiliki panjang kurang lebih 50 meter. Pembangunannya dilakukan melalui kolaborasi personel Sat Brimob Polda Sulsel bersama masyarakat setempat.

“Jembatan ini panjangnya kurang lebih 50 meter dan manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Sebelum jembatan ini dibangun, anak-anak sekolah dan warga harus memutar melalui desa lain dengan waktu tempuh yang bisa mencapai sekitar 23 hingga 30 menit. Sekarang akses itu menjadi jauh lebih dekat dan mudah. Ini merupakan hasil kerja bersama, sekitar 25 personel Brimob turut mengerjakan pembangunan jembatan dengan dukungan dan gotong royong masyarakat,” ujar Astoto.

Menurutnya, pembangunan tersebut sejalan dengan semangat Polri untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga, khususnya terkait akses dan fasilitas umum.

“Kami ingin keberadaan Polri benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Jembatan ini merupakan bagian dari program yang mendorong hadirnya negara untuk mempermudah akses masyarakat di daerah. Mudah-mudahan fasilitas ini bisa dirawat bersama dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” lanjutnya.

Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, mengapresiasi kolaborasi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadirkan fasilitas yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

Ia menilai pembangunan infrastruktur seperti Jembatan Merah Putih tidak hanya berkaitan dengan akses transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Bone tentu sangat mengapresiasi sinergi yang terbangun antara TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat. Hari ini kita melihat langsung bagaimana sebuah jembatan bisa memberikan perubahan besar bagi kehidupan warga. Anak-anak lebih mudah pergi ke sekolah, masyarakat lebih mudah beraktivitas, dan akses ekonomi juga semakin terbuka. Ini bukti bahwa ketika semua pihak bekerja bersama, kebutuhan masyarakat bisa kita jawab secara nyata,” ungkap Andi Akmal.

Ia juga mengaitkan keamanan dan ketertiban dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, situasi yang aman dan kondusif menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi Bone yang mencapai sekitar 7,5 persen tentu tidak lahir begitu saja. Ada banyak faktor yang memengaruhinya, salah satunya adalah keamanan dan ketertiban yang terus dijaga oleh TNI dan Polri. Ketika masyarakat merasa aman, mereka bisa bekerja, berdagang, bertani dan menjalankan aktivitas ekonomi dengan tenang. Karena itu, sinergi seperti ini harus terus kita kuatkan. Negara harus hadir dan pemerintah bersama seluruh aparat harus memastikan masyarakat bisa hidup lebih aman, lebih mudah, dan lebih sejahtera,” tegasnya.

Sementara itu, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Gidion Arif Setyawan menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Kabupaten Bone dan masyarakat. Ia mengaku kehadirannya di Bone menjadi pengalaman tersendiri karena selama ini Bone lebih banyak dikenalnya melalui sejarah dan berbagai catatan masa lalu.

Pada kesempatan tersebut, Wakapolda Sulsel juga membacakan sambutan Kapolda Sulawesi Selatan.

“Terima kasih atas sambutan yang diberikan. Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya bisa hadir di Kabupaten Bone. Selama ini Bone saya kenal dari buku-buku sejarah, tetapi hari ini saya bisa datang dan melihat langsung masyarakat serta semangat kebersamaan yang ada di daerah ini. Apa yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari upaya Polri untuk hadir menjadi bagian dari masyarakat dan memberikan solusi terhadap persoalan yang mereka hadapi,” ujar Gidion.

Ia menegaskan, keberadaan Jembatan Merah Putih diharapkan tidak berhenti sebagai pembangunan fisik semata, tetapi benar-benar menjadi sarana yang mampu meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel Sat Brimob Polda Sulsel yang telah berkontribusi dalam revitalisasi jembatan ini, termasuk kepada masyarakat yang ikut bergotong royong. Kita berharap jembatan ini menjadi sarana yang membuka akses lebih luas, memperlancar mobilitas warga, memudahkan anak-anak menuju sekolah dan pada akhirnya ikut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Inilah semangat kehadiran Polri, menjadi bagian dari solusi dan memberikan manfaat yang nyata,” lanjutnya.

Peresmian Jembatan Merah Putih tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis bantuan sosial Merah Putih TNI-Polri kepada masyarakat.

tak hanyaitu, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peremian jembatan Merah putih serentak oleh Presiden Prabowo Subianto secara virtual.

Kegiatan itu dipusatkan di Jalan Bayah – Cikotok, Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

Peresmian mencakup pembangunan dan Revitalisasi 895 jembatan di 30 Polda dengan total panjang jembatan 19,2 kilometer ini menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat bagi sekitar 2 juta masyarakat dan 300 air bersih dari TNI.

Turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Bone, Dansat Brimob Polda Sulsel, Kabid TIK Polda Sulsel, Danyon C Brimob Tenri Betta, perwakilan Kepala BNNK Bone, jajaran PJU Polres Bone, Forkopimcam Awangpone, Kepala Desa Kading, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan tamu undangan lainnya. (z/a)