PILARMEDIA.ID, BONE — Regenerasi kepemimpinan di tubuh Partai Golkar Kabupaten Bone menghadirkan warna baru. Generasi milenial mulai mengambil ruang strategis dengan membawa semangat kolaborasi lintas latar belakang.
Irwandi Burhan ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bone. Penunjukan Wakil Ketua DPRD Bone tersebut berdasarkan Surat Keputusan DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan Nomor KEP-002/DPD-1/PG/IX/2026 yang ditetapkan di Makassar, Jumat (25/9/2026).
Irwandi pria kelahiran Lamuru, 16 Oktober 1981 diketahui merupakan pecinta bola dengan klub Paddengngeng FC. Prestasinya menjadi juara Liga 3 Regional Sulsel tahun 2023, dan membawanya ke Liga 3 Nasional di Kediri pada tahun 2024.
Kemudian Ketua Komisi 1 DPRD Bone Rismono Sarlim dipercaya sebagai Plt Sekretaris DPD II Golkar Bone. Rismono merupakan politisi dan pengusaha sukses. Gurita bisnisnya mulai dari perhotelan, kafe, karaoke, dan biliar.
Pria kelahiran Watampone 1986 itu merupakan lulusan Bachelor of Business (B.Bus) dari RMIT University, Melbourne Australia.
Kemudian Dr Ade Ferry Afrisal ditunjuk sebagai Plt Bendahara DPD II Golkar Bone. Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), memiliki latar belakang kuat di bidang hukum, administrasi publik, dan kebijakan publik. Ia tercatat sebagai dosen di Universitas Bosowa (Unibos) dan saat ini tercantum sebagai Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unibos.
Ia juga pernah tercatat sebagai peneliti pada Pusat Kajian Dampak Regulasi Otonomi Daerah Fakultas Hukum UGM. Selain itu, ia aktif dalam organisasi akademik seperti Indonesian Association for Public Administration (IAPA) dan Forum Dosen Indonesia, dan pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Bone periode 2019–2024 dari daerah pemilihan Bone I.
Komposisi DPD II Golkar Bone dinilai mencerminkan wajah generasi baru yang tidak hanya aktif dalam dunia politik, tetapi juga memiliki pengalaman di berbagai bidang kehidupan masyarakat. Mulai dari pecinta sepak bola, pengusaha, hingga kalangan akademisi.
Keterlibatan para pecinta sepak bola menjadi salah satu warna yang cukup menonjol. Sepak bola selama ini memiliki basis massa yang kuat di Kabupaten Bone dan menjadi ruang perjumpaan berbagai kelompok masyarakat. Pengalaman dalam mengelola komunitas dan kegiatan olahraga menjadi modal sosial yang dapat dibawa ke ruang organisasi politik.
Di sisi lain, kalangan pengusaha membawa perspektif mengenai dunia usaha, ekonomi masyarakat, serta pengelolaan organisasi. Sementara akademisi diharapkan memberikan penguatan dari sisi gagasan, kajian, serta pendekatan berbasis data dalam merumuskan kebijakan dan program.
Kolaborasi tiga latar belakang tersebut memperlihatkan bahwa regenerasi tidak sekadar pergantian figur, tetapi juga upaya mempertemukan berbagai pengalaman untuk membangun organisasi yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
Pada akhirnya, regenerasi kepemimpinan bukan hanya soal siapa yang memimpin, tetapi bagaimana berbagai potensi yang ada dapat dipertemukan untuk menghasilkan organisasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat Bone di tengah perubahan sosial dan politik yang terus berkembang.






