PWNU DKI: Komjen Sigit Orang Tepat Menjadi Kapolri

Jakarta (Pilar) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan mengusulkan Komjen Listyo Sigit Prabowo untuk mengisi posisi Kapolri. Namanya, sudah dikirimkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Jenderal bintang tiga kelahiran Ambon, Maluku, 5 Mei 1969 itu, memiliki prestasi mentereng sejak bergabung denga, kepolisian pada 1991 (lulusAkpol) tersebut.

Menyikapi ini Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta K.H. Taufik Damas menilai penunjukan terhadap Komjen Pol Listyo sudah tepat, jika dilihat secara prestasi, mantan ajudan Presiden Jokowi itu di atas rata-rata.

“Penting presiden itu punya kedekatan dengan seorang Kapolri ataupun Panglima TNI ini penting untuk koordinasi yang enak, lebih mudah berkoordinasi juga lebih di ajak untuk sama-sama menjaga keamanan dan stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Taufik Damas.

Terkait isu SARA (Suku Agama Ras dan Antar Golongan) yang mulai berhembus Taufik Damas juga ikut mengomentasi, pasalnya beredar isu bahwa mereka yang nonmuslim dianggap tak bisa menjadi Kapolri. Karena menurutnya, semua warga punya hak yang sama, terlebih Indonesia berasaskan Pancasila.

“Tidak ada masalah, kita ini hidup berbangsa dan bernegara siapapun yang namanya warga negara punya hak dan kewajiban yang sama. Apapun orang agamanya dia boleh mau menjadi Kapolri, mau jadi menteri, mau jadi gubernur, menjadi Panglima TNI itu tidak menjadi masalah karena kita hidup berdasarkan Pancasila UU 1945 semua orang warga negara Indonesia statusnya setara. Jadi, agama apapun boleh menjadi pejabat publik” jelas nya.

Lebih jauh, Ulama Nahdiyin ini berharap Komjen Pol Listyo mampu melakukan perbaikan kinerja kepolisian, agat kedepan semakin dipercaya masyarakat sebagai pengayom.

“Syukur-syukur dia bisa menjadi orang yang idealis, betul-betul mengajak anggota kepolisian seluruhnya untuk bersikap profesional, jujur, berintegritas gitu yang kembalinya semua untuk masyarakat,” harapnya.

“Seorang Kapolri itu menjalankan tugas-tugasnya dengan baik, sehingga mampu menjaga keamanan ketirtiban dan berani menindak siapapun yang melakukan pelanggaran. Jangan berpolitik, kerja saja untuk negera,” pungkas Taufik Damas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *