Bupati Pamekasan Ingkar Janji, Petani Tembakau Gigit Jari

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, kiri dan Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e, kanan.

Pamekasan (Pilar)-Petani tembakau di Kabupaten Pamekasan mulai resah terhadap janji manis Bupati Badrut Tamam dan Wakilnya Raja’e yang menyatakan siap pasang badan membela petani tembakau serta akan mensejahterakan petani terkait tata niaga pertanian tembakau di daerah yang berslogan Gerbang Salam Pamekasan.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan bupati dan wabup saat menemui massa aksi tentang tembakau di depan kantor Pemkab Pamekasan, Sebagaimana dilansir FaktualNews.co Senin, (09/09/2019).

“Saya dan Pak Wabub beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Pamekasan siap grak bela petani tembakau,” Tegas Badrut Tamam di hadapan massa aksi.

Dukungan terhadap para pelaku petani di Kabupaten Pamekasan dibuktikan dengan seriusnya Pemkab melalui dibukanya sembilan gudang yang ada di Pamekasan.

Kesembilan gudang tersebut terus dilakukan pengawasan dan komunikasi yang intens.

“Kami sudah memanggil para pemilik gudang tembakau. Ada beberapa kesepakatan dari Pemkab, pembeli dan juga Petani,” katanya.

Dari kesepakatan bersama gudang tembakau, Pemkab Pamekasan disetujii harga minimal dalam pembelian tembakau adalah Rp 42.600 per kilogram.

“Gudang tembakau tidak boleh membeli tembakau di bawah Rp 42.600, itu harga minimal,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Bupati Badrut Tamam juga berjanji merubah keberadaan Perda Tembakau Nomor 4 Tahun 2015 dengan melibatkan beberapa stakeholder, termasuk pemuda dan mahasiswa.

Tujuannya, agar lebih berpihak kepada masyarakat atau petani tembakau.

“Kita kaji dulu, nanti akan dibahas di DPRD dengan semua elemen masyarakat. Termasuk aktivis dan pemuda Pamekasan,” tandasnya.

Namun janji manis itu kontradiksi dengan realitas di kalangan petani tembakau pamekasan saat ini, tak terkecuali salah satu Muhammad Sobri, melalui akun facebooknya memposting sindiran sinis di Group Pamekasan Hebat pada 05 September 2020.

Dalam postingannya, Ia berterima kasih pak bupati pamekasan kau sudah menepati janji pas waktu kampanye, kemarin kau bilang kalau aku terpelih jadi bupati tidak ada harga tembakau murah lagi.

“Alhamdulillah hasil jerih payahku tadi pagi kau sudah menepati janji politikmu dan harga tembakau ku ditawar Rp. 25.000 perkilo sukses ya pak,” sesal Sobri.

Diakhir postingannya Sobri mengatakan janji palsumu udah terdengar pak dah 3 musim harga tembakau tambah hancur.

Satu tanggapan untuk “Bupati Pamekasan Ingkar Janji, Petani Tembakau Gigit Jari

  • September 30, 2020 pada 11:41 pm
    Permalink

    Jangan terlalu percaya sama janji2, jika hal iti berkaitan dgn politik

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *