Beginilah Potret Solidaritas Puluhan Kader PMII Pamekasan Terhadap Ketua Rayon Sakera

Pamekasan (PILAR) – Nilai dasar pergerakan (NDP) merupakan tali pengikat kalimatun sawa yang mempertemukan semua warga pergerakan dalam ranah dan semangat perjuangan bersama. Hubungan manusia antar manusia perlu diimplementasikan melalui langkah tolong menolong, saling menghormati, menasihati dan saling mengajak kepada kebenaran demi terciptanya tatanan kehidupan untuk kebaikan bersama.

Nilai-nilai NDP Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjunjung solidaritas warga pergerakan, hal ini tercermin dari kader PMII yang berbondong­-berbondong memastikan keberadaan sabahat Ahmad Viky selaku ketua Rayon Persiapan Sakera, Selasa (30/6).

Salah satu kader PMII Nabil yang juga ikut hadir dalam kunjungan tersebut mengkonfirmasi terhadap kerjadian yang menimpa rekan seperjuangannya itu.

“Apa yang terjadi sesungguhnya sampai dalam aksi tolak tambang illegal (25/6), sehingga mengakibatkan korban luka akibat anarkisme aparat terhadap peserta aksi,” ujar Nabil salah satu kader Rayon Sakera saat melakukan kujungan kepada korban akibat keberutalan salah satu oknum anggota Polri.

Mendapat pertanyaan dari sahabatnya tersebut, selaku korban Viky spontan memberikan respon terhadap apa yang disampaikan temannya itu.

“Saya masih ingat atas kejadian kemarin, saat itu saya ingin membantu temenku yang di pukul oleh aparat yang kemudian imbasnya ke saya, pukulannya mengenai kepala, lalu saya jatuh kemudian masih diinjak sepatu tebal (boot pdl) milik aparat hingga merasakan kesakitan di leher dan tulang kanan hinggasaat ini,” ungkap Viky saat menceritakan kejadian yang dilaminya.

Saat kedatangan kadernya, Viky yang juga menjabat sebagai ketua Rayon Sakera merasa sangat senang dan ini menjadi cerminan solidaritas antar kader PMII terhadap kader-kader yang lain.

“Saya merasa senang kepada kalian atas kehadiran meski sebagian yang ngak ikut, kesolidan kalian harus di jaga harus di rawat dan di pertahankan budaya ini,” kata aktivis kelahiran bumi gerbang salam Kabupatan Pamekasan.

Tampak hadir pula dalam kesempatan yang berbeda seperti dosen alumni PMII dan kader lainnya yang juga ikut menjenguk keberadaan Viky.

“Dari kemaren sampai sekarang masih banyak menjenguk saudara saya, bahkan tiap harinya full sampai ngak muat, tapi saya bersyukur maski ya tiap hari gak istrahat hingga malam untuk menemuinya apalagi para dosen alumni PMII,” ujar Suhri saudara kandung Viky.

Lebih jauh menurut Suhri, sebagai bentuk solidaritas sesama warga PMII harus tetap rendah hati dan satu barisan dalam gerakan perubahan supaya kedepanya tidak ada lagi traumatik kepada mahasiswa lain yang hendak ikut aksi.

Saat kunjungan puluhan kader PMII ke kediamannya, keberadaan sahabat Viky masih belum pulih seratus persen, Viky adalah salah satu kader PMII yang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat setelah mengalami luka di bagian kepala saat melakukan aksi penolakan tambang illegal di depan Pendopo Kabupaten Pamekasan, Kamis, (25/6). (Anas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *