Aksi Simpatik Mahasiswa UIN Malang Masuk Trending Indonesia

Jakarta (PILAR) – Jagat twitter diramaikan dengan aksi simpatik mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui tagar #UINMALANGSADAR, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan kampusnya yang masih dianggap jauh dari harapan. Tak tanggun-tanggung, aksi virtual ini ramai dibicarakan netizen dan menjadi trending topik Indonesia, Rabu (10/6).

Dalam aksi tersebut banyak netizen mentweet sebagai bentuk kekecewaan, sebagaimana yang dilakukan oleh akun @reysyaahh “Banyak dosen ga niat ngajar, Waktu kuliah semaunya, Kuliah dari whatsapp tapi tugas HARUS gercep, keuangan orang tua goyang, pengeluaran pulsa nendang, jaringan internet bermasalah jadwal tidur kek SAMPAH, KETIKA LAGI SAMA SAMA SUSAH KOK DISURUH BAYAR FULL KULIAH. #UINMALANGSADAR,” tweetnya.

Sedangkan akun @HalloDiii yang di retweet 75 dan di like 133 orang mengungungkapakan “Jika rindumu seperti dilan hanya memberatkan 1 pasangan? Maka hidup hanyalah ambisi bagi 1 generasi. Lain, merindukan pendidikan yg gratis, adil, demokratis dan memanusiakan maka hidup tak lekang waktu untuk peradaban kemanusiaan. #UinMalangSadar @Kemenag_RI @UINMalikiMalang,” tulisnya.

Ada beberapa poin penting yang tim redaksi PILAR catat dalam selebaran digital yang menamakan dirinya Gerakan Menyadarkan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, seperti: “Seberapa urgent mahad untuk mahasiswa baru?”, Bunyi point selanjut nya adalah “Bagaimana upaya UIN Malang mencegah penyebaran Covid-19 apabila mahasiswa baru 2020 dari berbagai kota dengan jumlah yang besar tinggal bersama dalam satu mahad?”.

Selain itu, mereka juga mempertanyakan kesiapan protokol pencegahan penularan Covid-19 di mahad (pesantren mahasiswa/i) termasuk juga jumlah mahasantri per kamar.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para mahasiswa melalui lini massa twitter ini  bermaksud untuk menyadarkan pihak kampus yang dinilai mereka kurang bijak dalam menimbang situasi pandemi wabah Covid-19.

Dalam upaya mengkritik stake holder UIN Malang, mereka juga menyayangkan pihak kampus mengharuskan para mahasiswa membayar biaya kuliah secara penuh, disatu sisi telah memutuskan kegiatan belajar mengajar di semester ganjil akan dilaksanakan secara daring (kuliah online).

Sampai berita ini diturunkan, aksi virtual ini masih berlangsung dan sudah masuk trend 24 dengan jumlah postingan kurang lebih 10 ribu tweet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *